Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhary di Cianjur, kini berubah menjadi Institut Agama Islam Al-Azhari KH. Abdulah Bin Nuh Cianjur dengan Rektor Dadang Zenal Mutaqin. Perubahan itu terjadi setelah ditetapkan pada acara Peresmian dan Pelantikan Rektor Institut Agama Islam Al-Azhary KH. Abdullah Bin Nuh Cianjur, di Gedung Serba Guna Institut Agama Islam Al-Azhary, Jumat, 6 Maret 2026.
Hadir dalam acara tersebut Forkopimda Cianjur, Anggota DPRD Cianjur, pejabat Instansi pemerintah, Kepala Kantor Kemenag, perwakilan dari Kepala Kementerian Haji, Kepala Dinas Pendidikan dan KCD Cianjur, Ketua MNI Kabupaten Cianjur, para pimpinan Ormas Islam Cianjur, Advokat Cianjur, dan tamu undangan lainnya.
Pada Launching dan Pelantikan Institut Agama Islam Al-Azhary – KH Abdullah Bin Nuh, dimana kampus ini bisa berubah, naik status dari sekolah tinggi agama Islam menjadi Institut Agama Islam berdasarkan keputusan Menteri Agama No. 1666 Tahun 2025.
Selintas menguak sejarah berdirinya IAI Al Azhary ini, berdiri tahun 1980 digagas oleh para tokoh Kiai dan Ulama seperti Prof. Nana Masduki, Kiai Haji Raden Abdul Halim, Kiai Haji Abdul Qadir Rozi, Kiai Haji Soleh Madani, Syeh Ali Marta. Mereka adalah para ulama tokoh besar yang menginginkan hadirnya perguruan di Cianjur.
Kesolidan serta dukungan dari semua pihak pada usianya yang ke-40 bertekad untuk meningkatkan status dengan berubah menjadi Institut Agama Islam Al-Azhary KH. Abdulah Bin Nuh Cianjur.
Dadang Zenal Mutaqin dalam pidatonya setelah pelantikan menjadi Rektor Universitas Al- Azhary KH. Abdullah Bin Nuh Cianjur, mengatakan bahwa perubahan sosial, ekonomi, dan politik bangsa serta perubahan budaya dan teknologi dunia, Institut Agama Islam Al-Azhary – KH. Abdullah Bin Nuh Cianjur, terus mencetak pribadi-pribadi lulusan yang berilmu, berakhlakul karimah dan berakidah yang kuat.
Keadaan seperti itu sangat diharapkan supaya tidak mudah terbawa oleh arus perubahan sosial walaupun harus mengikuti perubahan zaman, dan mampu mempertahankan seni-seni kultur sosial, keramah tamahan, kebersahabatan dan tetap memberi manfaat untuk masyarakat.
Visi dari Institut Agama Islam Al-Azhary – KH. Abdullah Bin Nuh Cianjur adalah Kompetitif, Unggul, Santun, terkait erat dengan ahlakul karimah yang mungkin tidak populis di zaman sekarang. Yang populis adalah teknologi. Padahal sesungguhnya di dalam ahlakul karimah itu, di dalamnya memiliki nilai yang sangat tinggi. Apa itu? Kejujuran. Kesantunan, kerendahan hati, kesederhanaan dan lain sebagainya, tutur Dadang.
Institut Agama Islam Al-Azhary – KH Abdullah Bin Nuh Cianjur, dengan perannya ingin memberikan nilai dan fungsi dalam kebaikan yang terus tumbuh subur pada setiap pribadi mahasiswa dan lulusannya.
“Kami sangat bangga dan merasa optimis kalau Al-Azhary kedepan akan mampu memberikan yang terbaik lagi untuk negeri, mengisi ruang-ruang tertentu di masyarakat dan di pemerintah,” imbuh Dadang Zenal Mutaqin penuh rasa bangga.
Selain itu, Dadang Zenal Mutaqin juga berharap dukungan serta doa dari semuanya agar pihaknya tetap istiqomah, dan kampus ini bisa lebih maju terdepan sesuai dengan visinya yaitu Kompetitif, Unggul, dan Santun. (dens).
dikutip dari : https://pinusnews.id/peresmian-dan-pelantikan-rektor-institut-agama-islam-alazhary–kh-abdullah-bin-nuh-cianjur





